Needs translation <b>[** Selamat Datang di **]</b> InfoLINUX

    Monthly Printed Linux Magazine : Home | Edisi Online | FAQ's |
 
Menu Utama
  • Home
  • Edisi Online
  • Milist Pembaca
  • Download
  • Ads Info
  • Agustus 2009



    Buku Baru
  • Hot ! Hot !













  • We Support IGOS Summit 2







  • Berlangganan ?
  • Home Delivery (new)
  • Tentang Kami
  • Pedoman Menulis Artikel


  • FAQ
  • Acara
    Seminar/Pameran

    Thursday, 26 August 2010


    Dari Redaksi
    (459 total kata pada text ini)
    Cetak Artikel ini



    Distro Linux vs Distro Pakaian

    Pernahkah Anda mengenalkan kata distro kepada remaja dan ibu-ibu yang sedang belanja pakaian? Menurut Wikipedia Indonesia, distro (pakaian) singkatan dari distribution store atau distribution outlet, yaitu jenis toko di Indonesia yang menjual pakaian dan aksesori produksi sendiri atau yang dititipkan oleh pembuat pakaian dan aksesori. Distro umumnya merupakan industri kecil dan menengah (IKM) di bidang sandang dengan merk independen yang dikembangkan kalangan muda.

    Ada beberapa kemiripan konsep distro Linux dengan distro pakaian. Lahir di pertengahan 1990-an, banyak dikembangkan oleh perorangan atau organisasi kecil dan menengah terutama dari kalangan muda, dan bersifat eksklusif atau khas untuk setiap distro. Tujuan membuat distro juga hampir sama, distro Linux untuk memudahkan orang memilih dan menggunakan program komputer, distro pakaian untuk memudahkan orang memilih dan menggunakan pakaian. Pengembang distro Linux mengumpulkan program dalam sebuah atau beberapa CD/DVD, pengembang distro pakaian mengumpulkan pakaian dalam sebuah atau beberapa toko.

    Bagaimana berbisnis atau cari uang melalui pengembangan distro? Ada perbedaan dan persamaan kedua jenis distro dalam hal bisnis. Perbedaannya, produk yang dihasilkan distro pakaian diusahakan untuk tidak diproduksi secara massal, agar mempertahankan sifat eksklusif suatu produk. Sedangkan distro Linux berisi produk yang dibuat untuk disebarluaskan secara masal. Pengembang distro pakaian umumnya menjual isi toko berupa pakaian atau aksesori satu per satu, sedangkan pengembang distro Linux umumnya menjual CD/DVD dalam paket lengkap, tidak menjual paket program satu per satu.

    Persamaannya, pengembang distro Linux dan pakaian dapat menjual jasa dalam pengembangan distro baru, modifikasi distro, pemasangan distro, dukungan teknis operasional distro, dan training tentang distro. Keduanya juga membutuhkan tenaga seni grafis, tenaga pemasaran, dan dokumentasi atau administrasi pengelolaan, serta ada penghargaan terhadap hak atas kekayaan intektual yang dimiliki para penciptanya.



    (c)2001 Pt. Infolinux Media Utama
    powered by PHPNuke