Needs translation <b>[** Selamat Datang di **]</b> InfoLINUX

    Monthly Printed Linux Magazine : Home | Edisi Online | FAQ's |
 
Menu Utama
  • Home
  • Edisi Online
  • Milist Pembaca
  • Download
  • Ads Info
  • Agustus 2009



    Buku Baru
  • Hot ! Hot !













  • We Support IGOS Summit 2







  • Berlangganan ?
  • Home Delivery (new)
  • Tentang Kami
  • Pedoman Menulis Artikel


  • FAQ
  • Acara
    Seminar/Pameran

    Thursday, 26 August 2010


    Database Untuk Linux
    (1193 total kata pada text ini)
    Cetak Artikel ini



    Oleh Owo Sugiana

    Pesatnya perkembangan Linux - sebagai sebuah sistem operasi dan platform yang menawarkan paradigma (baru) dalam pengembangan perangkat lunak yang menjanjikan kecepatan peningkatan kualitas - telah menumbuhsuburkan aplikasi-aplikasi lain yang berjalan di atasnya, termasuk bidang database. Tulisan berikut ingin mengungkapkan beberapa produk database yang dapat ditemui untuk platform Linux dengan model lisensi yang beraneka ragam, closed-source maupun open-source, yang gratis maupun yang komersil. Isu-isu seperti performa, harga, model lisensi, dan ketersediaan source tetap menjadi perbincangan hangat jika kita berbicara tentang perangkat lunak untuk platform yang semakin naik daun ini, termasuk database server. Sebagian (besar ?) berpendapat bahwa bukan perangkat lunak namanya, kalau source-nya tidak tersedia. Sebagian lagi masih bersikukuh pada paradigma lama yang tetap menutup source-nya, meski tetap memberikannya secara gratis seperti yang dilakukan IBM dan Oracle. Borland dengan Interbase-nya kini mulai membuka diri untuk ``mengumbar'' source, meski mereka masih memilih-milih model lisensi yang akan diterapkan: apakah berbasis GPL, BSD, Mozilla, atau model lisensi yang sama sekali baru.

    Pada prakteknya dalam keseharian komunitas Linux, kebanyakan mereka menggunakan produk database yang open-source yang bisa diperoleh secara cuma-cuma seperti MySQL dan PostgreSQL. Selain rendah biaya, produk dengan tema open-source lebih cepat berkembang, baik dari segi kualitas maupun dukungan (dari komunitas atau perusahaan yang mengkhususkan diri secara komersil). Melihat kenyataan akan keampuhan model open-source ini, Borland (yang kini dalam genggaman Inprise, dan Inprise yang kini diakuisisi Corel) mengambil langkah serupa, padahal customer mereka tergolong besar seperti Motorola, Nokia, US Army, Boeing, dan NASA.

    Pertanyaan seperti: ``Development tools apa yang telah tersedia untuk database X?'' atau ``Library apa yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi dengan database Y?'', telah menjadi pertanyaan yang cukup penting di kalangan developer karena menyangkut kecepatan pembuatan program. Secara umum setiap produk database menyertakan library dalam bahasa C. Bahasa ini cukup ampuh dan telah digunakan secara luas. Selain itu dukungan terhadap standar SQL juga menjadi isu penting untuk aplikasi transaksi yang cukup berat.

    Komunitas Linux - sekali lagi - telah membuktikan diri untuk menjawab pertanyaan tersebut. JDBC, ODBC, Java, Perl, PHP3, Tcl, atau Python (pernah dengar yang satu ini?) telah tersedia untuk berbagai produk database. Antarmuka grafis (GUI) untuk objek database juga kian meluas dikembangkan. Kita bisa melihat StarOffice dengan StarBase-nya yang telah mendukung dbase, DB2, JDBC dan ODBC. PostgreSQL mengembangkan Pgaccess, Oracle dengan Orac dan WebDB, atau Anda ingin mencicipi buatan dalam negeri seperti PyGresqlClass? :-)

    PostgreSQL

    PostgreSQL (www.PostgreSQL.org) didisain untuk skala besar, memiliki ciri berorientasi objek, namun tetap dapat digunakan layaknya RDBMS pada umumnya. Para pengembangnya (dulu) mengutamakan kelengkapan feature ketimbang dukungan penuh akan standar SQL. Dalam perjalanannya, kelebihan feature ini justru membuat Postgres semakin powerful dan membuatnya dapat disejajarkan dengan database besar lainnya seperti Oracle. Salah satu contoh standar SQL yang belum dipenuhi oleh PostgreSQL saat ini (versi 6.5.3) adalah referential integrity dan outer-join. Meski demikian, programmer Postgres tetap merencanakan untuk membuatnya memiliki standar SQL yang sudah ditetapkan. Fasilitas standar lain yang telah didukung adalah trigger dan function.

    Function dalam PostgreSQL sangat unik karena PostgreSQL tidak menetapkan built-in language untuk penulisan function. PostgreSQL menyerahkan kepada pemakai untuk memilih sendiri bahasa yang diinginkan yang disebut Procedural Language. Pada saat deklarasi function, Anda harus menyebutkan bahasa yang digunakan. Pada versi 6.5.3 procedural language yang tersedia adalah pgSQL dan Tcl. Jadi script function yang dideklarasikan akan diterjemahkan oleh library yang bersangkutan (tergantung bahasa yang dipilih) untuk selanjutnya library tersebut melakukan koordinasi dengan library PostgreSQL.

    Tools yang tersedia cukup banyak dan sangat berguna seperti:

  • pg_dump: konversi objek database menjadi script SQL
  • pgaccess: drag & drop-nya cukup menyenangkan

    PostgreSQL didukung oleh banyak bahasa (atau Postgres mendukung banyak bahasa?), antara lain: C++, Java, Perl, Tcl, PHP3 dan Python. Library untuk ODBC dan JDBC juga telah tersedia, sehingga bahasa lainnya yang mendukung keduanya dapat mengakses PostgreSQL. Source lengkapnya dapat Anda peroleh di situsnya, dan juga tersedia di distribusi Linux seperti SuSE, RedHat dan Mandrake.

    MySQL

    Ringan, begitulah kesan para pemakai database yang tergolong open-source ini. MySQL (www.mysql.org) tergolong database yang paling banyak digunakan untuk web database. Meski ia bukan SQL server yang sesungguhnya (tidak memiliki fasilitas untuk mendukung transaksi seperti begin transaction, commit, dan rollback), MySQL cukup cepat dan sangat banyak library serta contoh program yang dapat digunakan.

    Komunitas Linux sangat familiar dengan produk ini. Namun tidak dianjurkan untuk aplikasi office seperti inventory, accounting dan aplikasi kritis lainnya. Karena dari ``niatan'' rancang-bangunnya berbeda, MySQL tidak bisa dibandingkan dengan database berbasis SQL lain seperti PostgreSQL atau Interbase.

    MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan user. Untuk query yang dilakukan oleh single user, kecepatan query MySQL bisa sepuluh kali lebih cepat dari Postgresql dan lima kali lebih cepat ketimbang Interbase. Umumnya MySQL disertakan dalam distribusi Linux seperti SuSE, RedHat, Mandrake dan Slackware.

    Interbase

    Database server yang satu ini tergolong pemain lama, multi-platform, dan dukungan penuh terhadap standar ANSI SQL-92. Keberadaannya sering disejajarkan dengan MS-SQL dan Sybase, sehingga membuat kebijaksanaan open-source yang diterapkannya dapat membuat perubahan besar.

    Produk ini pernah diuji coba dengan PostgreSQL (versi 6.5.3). Untuk single-query Interbase (versi 5.6) tiga kali lebih cepat. Untuk query secara simultan yang dilakukan oleh banyak user, PostgreSQL empat kali lebih cepat. Meski demikian, pengembang Interbase menjanjikan perubahan yang cukup besar pada versi 6.0 yang telah open-source nanti. Interbase menawarkan ciri SQL pada umumnya seperti trigger, stored procedure, user defined function (UDF). Beberapa contoh UDF yang sangat berguna untuk meningkatkan hasil query (ditulis dalam C) dapat Anda peroleh secara cuma-cuma.

    Saat ini Anda dapat memperoleh Interbase versi 4.0 yang berjalan dengan baik di RedHat Linux 4.2. Versi ini juga berjalan baik di SuSE Linux 6.3 dan RedHat 6.0, namun jika Anda tidak berniat menggunakan fasilitas user defined function. Anda bisa mendapatkannya di www.interbase.com.

    DB2

    Sering disebut sebagai DB2 Universal Database. DB2 dari IBM juga telah komitmen untuk mendukung Linux dan telah mengembangkan beberapa tools demi kemudahan penggunanya. DB2 tersedia dalam berbagai platform dan tergolong VLDB (Very Large Database). Dukungannya terhadap Java secara penuh (Control Center - adminitration tool - tersedia dalam versi Java) membuatnya makin diterima oleh berbagai kalangan serta telah meraih sejumlah besar penghargaan (seperti yang telah dikeluarkan VARBusiness dan ComputerWorld). Meski cukup ``raksasa'', DB2 belum open-source dan sering dibandingkan dengan database komersial lainnya. Versi personal tersedia di www.software.ibm.com/data/db2/linux, dan dapat didownload secara cuma-cuma.

    Oracle

    Mayoritas para pengambil keputusan di bidang IT telah memahami bahwa produk ini cukup besar dan powerfull. Tergolong VLDB dan memiliki sejumlah besar tools yang sangat memudahkan para pengembang dalam membangun aplikasi bisnis. Di Linux, Oracle memiliki WebDB yang terintegrasi dengan Web Server Apache (www.apache.org). WebDB memudahkan programmer memanipulasi objek database seperti membuat database, user, sampai mencetak laporan. Semuanya dapat dilakukan dengan menggunakan browser.

    Situsnya dapat Anda temui di www.oracle.com

    Referensi

  • www.linuxjournal.com
  • www.zdnet.com
  • www.interbase.com
  • www.db2.com

  • (c)2001 Pt. Infolinux Media Utama
    powered by PHPNuke