Needs translation <b>[** Selamat Datang di **]</b> InfoLINUX

    Monthly Printed Linux Magazine : Home | Edisi Online | FAQ's |
 
Menu Utama
  • Home
  • Edisi Online
  • Milist Pembaca
  • Download
  • Ads Info
  • Agustus 2009



    Buku Baru
  • Hot ! Hot !













  • We Support IGOS Summit 2







  • Berlangganan ?
  • Home Delivery (new)
  • Tentang Kami
  • Pedoman Menulis Artikel


  • FAQ
  • Acara
    Seminar/Pameran

    Thursday, 26 August 2010


    Utama - Berkenalan dengan KOffice
    (1890 total kata pada text ini)
    Cetak Artikel ini



    Berkenalan dengan KOffice
    oleh Ariya Hidayat

    Salah satu yang menjadi keberatan pemakai MS Windows untuk bermigrasi ke Linux adalah ketidaktersediaan cukup aplikasi untuk produktivitas yang mudah digunakan dan mudah pula diinstal. Tanpa aplikasi semacam ini, lingkungan bekerja yang berpenampilan indah dan unggul secara teknologi pun tidak akan memiliki daya pikat lebih, selain sekedar diabadikan dalam sekian belas screenshot semata. Dapatkah Anda membayangkan Windows tanpa Word, Excel, Visio, PowerPoint dan lain-lain program yang terkemas dalam MS Office? Bila Anda iseng menanyakan fungsi komputer kepada kebanyakan user, kemungkinan Anda mendapatkan tiga jawaban: untuk berinternet, main game, atau mengetik. Bahkan ironi juga jikalau Anda sempat mengetahui bahwa Linus Torvalds sendiri malah 'terpaksa' menggunakan PowerPoint untuk presentasinya di berbagai konferensi.

    KDE adalah lingkungan bekerja di Linux yang cukup masyhur (di samping GNOME). Keberadaan KDE membantu menarik para pemakai Windows untuk sekedar mempertimbangkan atau bahkan beralih ke Linux. Citra bahwa Linux, sebagaimana sistem ala Unix lainnya, susah digunakan dapat serta merta pudar manakala seseorang bisa mendemokan aplikasi Linux berbasis grafis (alias GUI), mendukung drag-and-drop, serta mudah digunakan. Belum lagi sekian banyak setting (mulai dari theme, wallpaper, bahasa) yang begitu gampang untuk dimodifikasi sesuai selera user.
    Namun demikian, rilis awal KDE sama sekali tidak mengikutkan program aplikasi yang paling memiliki daya tarik untuk memancing pengguna Windows, yaitu aplikasi ala Microsoft Office. Berbarengan dengan pengembangan KDE 2.0, maka aplikasi semacam ini, yang dinamakan KOffice, juga ikut perlahan-lahan turut dibangun dan disempurnakan. Pada akhirnya, KOffice versi pertama berhasil dirilis bersamaan dengan KDE 2.0 (yaitu tanggal 23 Oktober 2000 yang lalu). Walaupun berusia relatif muda, hanya sekitar 4 bulan, KOffice sudah mencakup program-program yang dibutuhkan untuk mengetik dan menyuting teks, bekerja dengan spreadsheet, menulis formula matematik, menyajikan presentasi, menggambar vektor maupun diagram serta dapat dianggap cukup matang dan layak digunakan sehari-hari.

    Bekerja dengan KOffice
    Bila Anda saat ini menggunakan KDE 2.0, maka hampir dapat dipastikan bahwa KOffice sudah terinstal (kecuali memang pada saat instalasi, KOffice ini tidak diikutsertakan). Hal ini bisa diperiksa dengan mudah dari menu utama KDE.
    Bila Anda sama sekali tidak memiliki KDE 2.0, cara termudah untuk memperoleh KOffice adalah dengan menginstal (atau mengupgrade) KDE 2.0. Begitu terinstal, maka KOffice sudah siap digunakan. Ini adalah keuntungan dari integrasi KOffice dengan KDE 2.0.
    Seandainya Anda telah mempunyai semua library KDE 2.0 pada sistem Anda dan tidak menggunakan KDE secara aktif (bukan lingkungan desktop yang utama), KOffice bisa diinstal dari paket yang sudah tersedia. Bergantung distribusi yang Anda gunakan, sudah tersedia binaries yang tinggal dipasang saja. Jika Anda mau sedikit bersusah-susah, Anda pun dapat mengambil source-codenya dan melakukan compile sendiri.
    KOffice sendiri adalah bundel aplikasi yang terdiri atas sejumlah program utama. Saat sekarang KOffice mencakup:

    • KWord
    • KSpread
    • KPresenter
    • KChart
    • KFormula
    • KIllustrator
    • Krayon
    • Kivio
    Masing-masing program ini bisa dijalankan sendiri-sendiri, terpisah satu dengan yang lainnya. Walaupun demikian, KOffice juga menyediakan KOShell, sebuah aplikasi mungil yang menjadi pengemas program-program yang termasuk dalam KOffice.

    [screenshot KOShell]

    KWord adalah program yang dapat digunakan menyunting teks maupun menyiapkan desktop publishing kecil-kecilan. Bagi kebanyakan pemakai komputer, KWord adalah tak ubahnya Microsoft Word versi KDE.
    Saat sekarang, KWord dapat dianggap sebagai salah satu garda depan aplikasi KDE. Sejak evolusinya dari versi-versi awal, terdapat terus-menerus perkembangan yang berarti pada KWord. Pada akhirnya, hal ini menjadikan KWord sebagai word processor yang sudah layak untuk digunakan sehari-hari.
    Beberapa fitur yang didukung oleh KWord antara lain: fungsi-fungsi pengeditan standar, pemformatan teks, style, frame, tabel, gambar, header/footer, daftar isi otomatis, template, koreksi otomatis (autocrrect), dan pemeriksa ejaan (spell check).
    Hal yang menarik dari KWord dan program-program KOffice lainnya adalah dukungan terhadap obyek tersertakan (embedded object) atau dalam terminologi KDE disebut sebagai part. Teknologi KDE ini lazim disebut sebagai KParts. Menggunakan teknik ini, fungsionalitas KWord dapat diperluas dengan mudah. Sebagai contoh, walaupun KWord tidak menyediakan editor formula yang built-in, dengan KFormula, maka pemakai KWord tetap dapat mudah menuliskan aneka formula matematik yang tersisip dalam dokumen yang sedang dia kerjakan.


    KSpread adalah aplikasi untuk mengolah spreadsheet, mirip dengan Excel-nya Microsoft Office. Walau belum sekaya Excel dan Quatrro Pro, KSpread sudah menyediakan bermacam-macam fungsionalitas yang dibutuhkan ketika bergulat dengan angka-angka dalam sebuah spreadsheet. Bila KWord dapat disetarakan dengan aplikasi word processor lainnya, maka KSpread belum bisa dikatakan menyandang status yang sama (terutama karena KSpread tidak sestabil KWord, masih sering memacetkan sistem). Sampai saat ini, KSpread masih terus dalam status pengembangan dan butuh beberapa bulan lagi untuk benar-benar nyaman digunakan.
    Sebagaimana KWord, KSpread juga mengijinkan part tertentu disisipkan dalam spreadsheet. Bila sering dicontohkan bagaimana sebuah spreadsheet yang dikerjakan dengan Excel dapat disisipkan di Word, maka hal yang sama juga berlaku pada KOffice. Ketika merancang proposol sebuah proyek yang diedit di KWord, perhitungan dan perincian anggaran dapat saja berupa sebuah spreadsheet KSpread yang menyisip di dokumen tersebut.
    Untuk menghasilkan diagram atau grafik (atau chart), dapat digunakan KChart. Walaupun bukan bagian integral dari KSpread, karena program ini termasuk aplikasi KOffice, diagram atau chart yang dihasilkan juga gampang saja disisipkan di spreadsheet yang sedang dikerjakan dengan KSpread.


    KPresenter digunakan untuk membuat dan menyajikan presentasi. Dengan sejumlah fasilitas yang ditawarkan, KPresenter sudah dapat disejajarkan dengan Microsoft PowerPoint. Untuk sekedar informasi, developer KDE sendiri selalu menggunakan KPresenter manakala harus memberikan presentasi tentang KDE.
    Karena memang dirancang untuk menjadi PowerPoint-nya KDE, maka dapat ditemui berbagai kemiripan antara KPresenter dan PowerPoint. Ini dapat menjadi keunggulan, terutama untuk memikat para pemakai PowerPoint yang ingin beralih ke lingkungan Linux.
    Lagi-lagi dengan KParts, aneka ragam teks, gambar, chart, dan file multimedia, dapat ikut memperkaya materi presentasi yang digarap dengan KPresenter.
    Salah satu fitur menarik dari KPresenter adalah menghasilkan slideshow dalam format HTML. Begitu sebuah presentasi telah usai disunting, dalam sekejap dapat dihasilkan versi HTML-nya yang cocok untuk diupload ke website. Untuk ilustrasi, slideshow dari beberapa presentasi yang pernah diberikan developer KDE (menggunakan KPresenter) dapat dilihat di http://www.kde.org/kdeslides/.



    KIllustrator adalah aplikasi grafis yang berbasis vektor. Saat sekarang Microsoft Office belum memiliki aplikasi semacam ini. Secara mudahnya, KIllustrator dapat dianggap sebagai CorelDRAW-nya KDE. Karena memang dimodelkan sebagaimana CorelDRAW, sebagian besar antarmuka pemakai KIllustrator benar-benar mirip dengan CorelDRAW.
    Dengan KIllustrator, user dapat menciptakan dan memanipulasi aneka macam objek vektor, dari yang sederhana seperti poligon dan elips hingga kurva bezier. KIllustrator juga dapat bekerja dengan citra dalam sejumlah format (jpg, png, gif, xpm) dan mengenali format Windows Metafile alias WMF.


    Dua program KOffice, Krayon dan Kivio, relatif belia dibandingkan 'saudara-saudaranya' yang lain. Walaupun demikian, diharapkan pada update KDE ke versi 2.1, keduanya sudah mulai dikenal dan digunakan secara luas.
    Krayon adalah program untuk bekerja dengan citra atau foto (dulunya aplikasi ini disebut sebagai KImageShop). Walaupun masih dalam pengembangan dan belum memiliki banyak feature, Krayon ditargetkan agar kelak dapat menyamai Adobe Photoshop. Baru-baru ini Krayon mendapat pembenahan ulang setelah beberapa lama relatif terlantar. Hal yang sudah dilakukan adalah dukungan terhadap KPart, menyiapkan kerangka yang stabil dan andal, serta menyediakan fasilitas plug-in untuk pengembangan fungsional dengan mudah.


    Kivio adalah Visio ala KDE. Yang sering menggambar flowchart ataupun bagan-bagan dengan Visio pasti akan merasa langsung familiar karena Kivio menggunakan konsep stencil yang sama persis dengan Visio. Kivio sebenarnya adalah reinkarnasi dari Quessio yang mula-mula belum terintegrasi dengan baik dengan KDE. Setelah melalui serangkaian tahap modifikasi, sekarang Kivio masuk sebagai bagian dari KOffice.


    KOffice dan KDE

    Berbicara tentang KOffice, cukup sulit untuk memisahkannya dengan KDE. Selain merupakan salah satu aplikasi KDE yang diandalkan, KOffice juga memanfaatkan sebagian besar teknologi yang menjadi tulang punggung KDE 2.0.
    Telah disebutkan bahwa KOffice dibangun berdasarkan teknologi KParts. Secara ringkas, KParts adalah teknologi komponen yang digunakan di KDE; analog dengan OLE pada Microsoft Windows dan Bonobo pada GNOME. Dengan bantuan OLE, Microsoft bisa mendemokan spreadsheet Excel yang embedded di Word. Hal sama pun bisa dilakukan KWord dan KSpread, dalam hal ini karena keduanya sepakat terhadap komponen masing-masing menggunakan KParts. Tidak terbatas dengan sesama aplikasi KOffice saja, pemanfaatan KParts membantu menambahkan fungsionalitas aplikasi-aplikasi KOffice dari komponen KDE yang ada.
    Integrasi KOffice dengan KDE juga membantu pemakai KOffice menikmati perkembangan teknologi yang terjadi pada KDE. Sebagai contoh, sudah tersedia Kamera, yaitu patch eksperimental untuk gPhoto yang memungkinkan KDE mendapat akses terhadap kamera digital. Mudahnya, hal ini menyebabkan Anda dapat membrowse dan mendownload foto-foto yang baru diambil dari kamera digital. Anda hanya cukup menggunakan Konqueror (file manager dan browser di KDE). Lebih jauh, Anda dapat mengaktifkan Krayon, mendownload foto tertentu, melakukan filtering atau retouching dengan cepat dan mudah tanpa harus berpindah-pindah aplikasi. Punya logo perusahaan yang harus discan dan disisipkan pada surat? Cukup ketik surat Anda di KWord dan aktifkan Kooka (aplikasi KDE untuk mengambil gambar hasil scanning) untuk dengan cepat mencomot logo yang Anda inginkan. Yang cukup mengesankan, hal-hal di atas bisa diperoleh tanpa perlu melakukan upgrade atau instalasi ulang KOffice.
    Tidak seperti Microsoft Office yang terikat dengan VBA (Visual Basic for Application), program-program KOffice dapat memanfaatkan aneka macam bahasa script. Umumnya, yang digunakan dan menjadi favorit adalah Python. Saat sekarang, misalnya, Kivio sudah menyediakan dukungan scripting dengan menggunakan Python.
    Layak juga untuk disebutkan bahwa KOffice, seperti program KDE lainnya, memang ditargetkan untuk berbagai bahasa dan mendukung baik Unicode. Hal ini menyebabkan KOffice juga tersedia dalam bahasa-bahasa yang didukung oleh KDE (untuk rilis 2.0.1, ini berarti 33 bahasa!).
    KOffice dan Aplikasi Lain
    Menarik juga untuk mengamati bagaimana posisi KOffice terhadap aplikasi-aplikasi lainnya. Salah satu yang paling penting adalah interoperabilitas dengan Microsoft Office. Sebagaimana telah diketahui, Microsoft Office adalah aplikasi office yang paling banyak digunakan. Dus, dalam dunia bisnis misalnya, hampir semua dokumen yang saling dipertukarkan adalah dalam format Word atau Excel. Tentu saja, seseorang yang menggunakan Linux sehari-hari dan kemudian tiba-tiba menerima attachment pada e-mailnya yang berupa file dalam format Microsoft Word tidak ingin merasa dikucilkan.
    KOffice mengatasi masalah interoperabilitas dengan apa yang dinamakan filter. Dengan menggunakan filter, maka aplikasi seperti KWord atau KSpread dapat mengimpor dan mengekspor dokumen dalam format yang proprietary. Sebagian besar program-program KOffice sendiri menggunakan XML sebagai format dokumennya. Sampai saat ini, baru terdapat beberapa filter untuk KOffice, di antaranya adalah RTF dan DOC untuk KWord serta CVS dan XLS untuk KSpread.
    Filter sendiri dapat dianggap sebagai plug-in yang terpisah dari KOffice sebagai aplikasi utama. Manakala terdapat filter baru, tiap user bisa langsung mendownload dan menggunakannya tanpa harus mengupgrade keseluruhan instalasi KOffice-nya.
    Bila dibandingkan dengan StarOffice (atau sekarang OpenOffice), feature yang dimiliki KOffice dan program-programnya masih belum menyamai StarOffice, terutama interoperabilitas dengan format dokumen Microsoft Office. Keunggulan KOffice adalah bahwa dengan ukuran relatif kecil (file RPM untuk KOffice dari KDE 2.0 di Mandrake 7.2 hanya sekitar 5.8 MB), program-program KWord, KSpread, dan KPresenter sudah memiliki derajat kegunaan dan konsistensi yang cukup untuk kebanyakan user, plus dukungannya terhadap perkembangan terakhir teknologi yang digunakan di KDE.
    Jika dihadapkan dengan GNOME Office, maka secara keseluruhan KOffice dapat dikatakan lebih unggul. Saat ini GNOME Office terdiri atas AbiWord, GIMP, Gnumeric, Dia, dan beberapa program lainnya. Selain tidak ada konsistensi yang baik antar program, status dari perkembangan GNOME Office sendiri masih dipertanyakan semenjak Sun Microsystem mengumumkan dukungannya terhadap GNOME dan merilis OpenOffice (dari StarOffice 6.x) yang akan ditargetkan untuk terintegrasi dengan GNOME. Namun demikian, patut dicatat bahwa secara indivual, program seperti GIMP jauh lebih stabil dan kaya dibandingkan Krayon. Gnumeric, spreadsheet di GNOME, juga mempunyai beberapa feature yang tidak dijumpai di KSpread.

    Penutup

    Dapat dilihat bahwa secara umum KOffice cukup menjanjikan. Untuk mengetik sebuah surat, menghitung keuangan pribadi, ataupun memberikan presentasi, program-program yang dikemas KOffice cukup fungsional dan telah memenuhi harapan.
    Namun demikian, karena terhitung masih belia, masih terdapat banyak sisi KOffice yang perlu untuk disempurnakan dan dikembangkan lebih jauh. Sebagai contoh, untuk kebutuhan interoperabilitas dengan Microsoft Office, aneka macam filter, baik impor maupun ekspor, butuh perbaikan di sana-sini sehingga pengguna KWord, misalnya, tidak perlu merasa terkucil manakala harus saling bertukar dokumen-dokumen Microsoft Word. Demikian juga, dukungan lebih jauh terhadap semua fasilitas Microsoft Excel akan membuat user yang sehari-hari harus berurusan dengan spreadsheet dapat merasa nyaman bekerja dengan KSpread.
    Segi antarmuka pemakai (atau user interface) perlu juga dibenahi lebih lanjut. Saat sekarang kotak dialog untuk menyisipkan atau menghapus sebuah objek berlainan antara satu aplikasi dengan aplikasi lain. Membuat kotak dialog semacam ini lebih konsisten akan meningkatkan usability dari KOffice.
    Tidak kalah pentingnya adalah dokumentasi. Sebagaimana proyek software yang free ala GNU, developer-developer KOffice sudah terbilang sangat sibuk dan tidak memiliki cukup waktu untuk ikut membangun dokumentasi. Maka dokumentasi untuk KOffice sangat minim. Untuk pemakai Linux (atau bahkan yang baru menggunakan komputer), dokumentasi adalah hal yang wajib karena akan menjadi bahan referensi yang utama.
    Informasi lebih jauh mengenai KOffice bisa dilihat di situs webnya (www.koffice.org). Masalah-masalah seputar penggunaan KOffice dapat dikirimkan ke mailing listnya. Para developer KOffice, sebagaimana developer KDE umumnya, terhitung sangat aktif dan sibuk namun tetap rajin menyisihkan waktu untuk menjawab beragam pertanyaan.
    Lebih jauh tentang KDE dan aplikasinya bisa dilihat di situs web KDE (www.kde.org) atau daftar aplikasi KDE di www.kde.com.


    (c)2001 Pt. Infolinux Media Utama
    powered by PHPNuke