Salah satu yang menjadi keberatan pemakai MS Windows untuk bermigrasi
ke Linux adalah ketidaktersediaan cukup aplikasi untuk produktivitas yang
mudah digunakan dan mudah pula diinstal. Tanpa aplikasi semacam ini, lingkungan
bekerja yang berpenampilan indah dan unggul secara teknologi pun tidak
akan memiliki daya pikat lebih, selain sekedar diabadikan dalam sekian
belas screenshot semata. Dapatkah Anda membayangkan Windows tanpa Word,
Excel, Visio, PowerPoint dan lain-lain program yang terkemas dalam MS Office?
Bila Anda iseng menanyakan fungsi komputer kepada kebanyakan user, kemungkinan
Anda mendapatkan tiga jawaban: untuk berinternet, main game, atau mengetik.
Bahkan ironi juga jikalau Anda sempat mengetahui bahwa Linus Torvalds sendiri
malah 'terpaksa' menggunakan PowerPoint untuk presentasinya di berbagai
konferensi.
KDE adalah lingkungan bekerja di Linux yang cukup masyhur (di samping
GNOME). Keberadaan KDE membantu menarik para pemakai Windows untuk sekedar
mempertimbangkan atau bahkan beralih ke Linux. Citra bahwa Linux, sebagaimana
sistem ala Unix lainnya, susah digunakan dapat serta merta pudar manakala
seseorang bisa mendemokan aplikasi Linux berbasis grafis (alias GUI), mendukung
drag-and-drop, serta mudah digunakan. Belum lagi sekian banyak setting
(mulai dari theme, wallpaper, bahasa) yang begitu gampang untuk dimodifikasi
sesuai selera user.
Namun demikian, rilis awal KDE sama sekali tidak mengikutkan program
aplikasi yang paling memiliki daya tarik untuk memancing pengguna Windows,
yaitu aplikasi ala Microsoft Office. Berbarengan dengan pengembangan KDE
2.0, maka aplikasi semacam ini, yang dinamakan KOffice, juga ikut perlahan-lahan
turut dibangun dan disempurnakan. Pada akhirnya, KOffice versi pertama
berhasil dirilis bersamaan dengan KDE 2.0 (yaitu tanggal 23 Oktober 2000
yang lalu). Walaupun berusia relatif muda, hanya sekitar 4 bulan, KOffice
sudah mencakup program-program yang dibutuhkan untuk mengetik dan menyuting
teks, bekerja dengan spreadsheet, menulis formula matematik, menyajikan
presentasi, menggambar vektor maupun diagram serta dapat dianggap cukup
matang dan layak digunakan sehari-hari.
Bekerja dengan KOffice
Bila Anda saat ini menggunakan KDE 2.0, maka hampir dapat dipastikan
bahwa KOffice sudah terinstal (kecuali memang pada saat instalasi, KOffice
ini tidak diikutsertakan). Hal ini bisa diperiksa dengan mudah dari menu
utama KDE.
Bila Anda sama sekali tidak memiliki KDE 2.0, cara termudah untuk memperoleh
KOffice adalah dengan menginstal (atau mengupgrade) KDE 2.0. Begitu terinstal,
maka KOffice sudah siap digunakan. Ini adalah keuntungan dari integrasi
KOffice dengan KDE 2.0.
Seandainya Anda telah mempunyai semua library KDE 2.0 pada sistem Anda
dan tidak menggunakan KDE secara aktif (bukan lingkungan desktop yang utama),
KOffice bisa diinstal dari paket yang sudah tersedia. Bergantung distribusi
yang Anda gunakan, sudah tersedia binaries yang tinggal dipasang saja.
Jika Anda mau sedikit bersusah-susah, Anda pun dapat mengambil source-codenya
dan melakukan compile sendiri.
KOffice sendiri adalah bundel aplikasi yang terdiri atas sejumlah program
utama. Saat sekarang KOffice mencakup:
-
KWord
-
KSpread
-
KPresenter
-
KChart
-
KFormula
-
KIllustrator
-
Krayon
-
Kivio
Masing-masing program ini bisa dijalankan sendiri-sendiri, terpisah satu
dengan yang lainnya. Walaupun demikian, KOffice juga menyediakan KOShell,
sebuah aplikasi mungil yang menjadi pengemas program-program yang termasuk
dalam KOffice.
[screenshot KOShell]
KWord adalah program yang dapat digunakan menyunting teks maupun menyiapkan
desktop publishing kecil-kecilan. Bagi kebanyakan pemakai komputer, KWord
adalah tak ubahnya Microsoft Word versi KDE.
Saat sekarang, KWord dapat dianggap sebagai salah satu garda depan
aplikasi KDE. Sejak evolusinya dari versi-versi awal, terdapat terus-menerus
perkembangan yang berarti pada KWord. Pada akhirnya, hal ini menjadikan
KWord sebagai word processor yang sudah layak untuk digunakan sehari-hari.
Beberapa fitur yang didukung oleh KWord antara lain: fungsi-fungsi
pengeditan standar, pemformatan teks, style, frame, tabel, gambar, header/footer,
daftar isi otomatis, template, koreksi otomatis (autocrrect), dan pemeriksa
ejaan (spell check).
Hal yang menarik dari KWord dan program-program KOffice lainnya adalah
dukungan terhadap obyek tersertakan (embedded object) atau dalam terminologi
KDE disebut sebagai part. Teknologi KDE ini lazim disebut sebagai KParts.
Menggunakan teknik ini, fungsionalitas KWord dapat diperluas dengan mudah.
Sebagai contoh, walaupun KWord tidak menyediakan editor formula yang built-in,
dengan KFormula, maka pemakai KWord tetap dapat mudah menuliskan aneka
formula matematik yang tersisip dalam dokumen yang sedang dia kerjakan.
KSpread adalah aplikasi untuk mengolah spreadsheet, mirip dengan Excel-nya
Microsoft Office. Walau belum sekaya Excel dan Quatrro Pro, KSpread sudah
menyediakan bermacam-macam fungsionalitas yang dibutuhkan ketika bergulat
dengan angka-angka dalam sebuah spreadsheet. Bila KWord dapat disetarakan
dengan aplikasi word processor lainnya, maka KSpread belum bisa dikatakan
menyandang status yang sama (terutama karena KSpread tidak sestabil KWord,
masih sering memacetkan sistem). Sampai saat ini, KSpread masih terus dalam
status pengembangan dan butuh beberapa bulan lagi untuk benar-benar nyaman
digunakan.
Sebagaimana KWord, KSpread juga mengijinkan part tertentu disisipkan
dalam spreadsheet. Bila sering dicontohkan bagaimana sebuah spreadsheet
yang dikerjakan dengan Excel dapat disisipkan di Word, maka hal yang sama
juga berlaku pada KOffice. Ketika merancang proposol sebuah proyek yang
diedit di KWord, perhitungan dan perincian anggaran dapat saja berupa sebuah
spreadsheet KSpread yang menyisip di dokumen tersebut.
Untuk menghasilkan diagram atau grafik (atau chart), dapat digunakan
KChart. Walaupun bukan bagian integral dari KSpread, karena program ini
termasuk aplikasi KOffice, diagram atau chart yang dihasilkan juga gampang
saja disisipkan di spreadsheet yang sedang dikerjakan dengan KSpread.
KPresenter digunakan untuk membuat dan menyajikan presentasi. Dengan
sejumlah fasilitas yang ditawarkan, KPresenter sudah dapat disejajarkan
dengan Microsoft PowerPoint. Untuk sekedar informasi, developer KDE sendiri
selalu menggunakan KPresenter manakala harus memberikan presentasi tentang
KDE.
Karena memang dirancang untuk menjadi PowerPoint-nya KDE, maka dapat
ditemui berbagai kemiripan antara KPresenter dan PowerPoint. Ini dapat
menjadi keunggulan, terutama untuk memikat para pemakai PowerPoint yang
ingin beralih ke lingkungan Linux.
Lagi-lagi dengan KParts, aneka ragam teks, gambar, chart, dan file
multimedia, dapat ikut memperkaya materi presentasi yang digarap dengan
KPresenter.
Salah satu fitur menarik dari KPresenter adalah menghasilkan slideshow
dalam format HTML. Begitu sebuah presentasi telah usai disunting, dalam
sekejap dapat dihasilkan versi HTML-nya yang cocok untuk diupload ke website.
Untuk ilustrasi, slideshow dari beberapa presentasi yang pernah diberikan
developer KDE (menggunakan KPresenter) dapat dilihat di http://www.kde.org/kdeslides/.
KIllustrator adalah aplikasi grafis yang berbasis vektor. Saat sekarang
Microsoft Office belum memiliki aplikasi semacam ini. Secara mudahnya,
KIllustrator dapat dianggap sebagai CorelDRAW-nya KDE. Karena memang dimodelkan
sebagaimana CorelDRAW, sebagian besar antarmuka pemakai KIllustrator benar-benar
mirip dengan CorelDRAW.
Dengan KIllustrator, user dapat menciptakan dan memanipulasi aneka
macam objek vektor, dari yang sederhana seperti poligon dan elips hingga
kurva bezier. KIllustrator juga dapat bekerja dengan citra dalam sejumlah
format (jpg, png, gif, xpm) dan mengenali format Windows Metafile alias
WMF.
Dua program KOffice, Krayon dan Kivio, relatif belia dibandingkan 'saudara-saudaranya'
yang lain. Walaupun demikian, diharapkan pada update KDE ke versi 2.1,
keduanya sudah mulai dikenal dan digunakan secara luas.
Krayon adalah program untuk bekerja dengan citra atau foto (dulunya
aplikasi ini disebut sebagai KImageShop). Walaupun masih dalam pengembangan
dan belum memiliki banyak feature, Krayon ditargetkan agar kelak dapat
menyamai Adobe Photoshop. Baru-baru ini Krayon mendapat pembenahan ulang
setelah beberapa lama relatif terlantar. Hal yang sudah dilakukan adalah
dukungan terhadap KPart, menyiapkan kerangka yang stabil dan andal, serta
menyediakan fasilitas plug-in untuk pengembangan fungsional dengan mudah.
Kivio adalah Visio ala KDE. Yang sering menggambar flowchart ataupun
bagan-bagan dengan Visio pasti akan merasa langsung familiar karena Kivio
menggunakan konsep stencil yang sama persis dengan Visio. Kivio sebenarnya
adalah reinkarnasi dari Quessio yang mula-mula belum terintegrasi dengan
baik dengan KDE. Setelah melalui serangkaian tahap modifikasi, sekarang
Kivio masuk sebagai bagian dari KOffice.
KOffice dan KDE
Berbicara tentang KOffice, cukup sulit untuk memisahkannya dengan KDE.
Selain merupakan salah satu aplikasi KDE yang diandalkan, KOffice juga
memanfaatkan sebagian besar teknologi yang menjadi tulang punggung KDE
2.0.
Telah disebutkan bahwa KOffice dibangun berdasarkan teknologi KParts.
Secara ringkas, KParts adalah teknologi komponen yang digunakan di KDE;
analog dengan OLE pada Microsoft Windows dan Bonobo pada GNOME. Dengan
bantuan OLE, Microsoft bisa mendemokan spreadsheet Excel yang embedded
di Word. Hal sama pun bisa dilakukan KWord dan KSpread, dalam hal ini karena
keduanya sepakat terhadap komponen masing-masing menggunakan KParts. Tidak
terbatas dengan sesama aplikasi KOffice saja, pemanfaatan KParts membantu
menambahkan fungsionalitas aplikasi-aplikasi KOffice dari komponen KDE
yang ada.
Integrasi KOffice dengan KDE juga membantu pemakai KOffice menikmati
perkembangan teknologi yang terjadi pada KDE. Sebagai contoh, sudah tersedia
Kamera, yaitu patch eksperimental untuk gPhoto yang memungkinkan KDE mendapat
akses terhadap kamera digital. Mudahnya, hal ini menyebabkan Anda dapat
membrowse dan mendownload foto-foto yang baru diambil dari kamera digital.
Anda hanya cukup menggunakan Konqueror (file manager dan browser di KDE).
Lebih jauh, Anda dapat mengaktifkan Krayon, mendownload foto tertentu,
melakukan filtering atau retouching dengan cepat dan mudah tanpa harus
berpindah-pindah aplikasi. Punya logo perusahaan yang harus discan dan
disisipkan pada surat? Cukup ketik surat Anda di KWord dan aktifkan Kooka
(aplikasi KDE untuk mengambil gambar hasil scanning) untuk dengan cepat
mencomot logo yang Anda inginkan. Yang cukup mengesankan, hal-hal di atas
bisa diperoleh tanpa perlu melakukan upgrade atau instalasi ulang KOffice.
Tidak seperti Microsoft Office yang terikat dengan VBA (Visual Basic
for Application), program-program KOffice dapat memanfaatkan aneka macam
bahasa script. Umumnya, yang digunakan dan menjadi favorit adalah Python.
Saat sekarang, misalnya, Kivio sudah menyediakan dukungan scripting dengan
menggunakan Python.
Layak juga untuk disebutkan bahwa KOffice, seperti program KDE lainnya,
memang ditargetkan untuk berbagai bahasa dan mendukung baik Unicode. Hal
ini menyebabkan KOffice juga tersedia dalam bahasa-bahasa yang didukung
oleh KDE (untuk rilis 2.0.1, ini berarti 33 bahasa!).
KOffice dan Aplikasi Lain
Menarik juga untuk mengamati bagaimana posisi KOffice terhadap aplikasi-aplikasi
lainnya. Salah satu yang paling penting adalah interoperabilitas
dengan Microsoft Office. Sebagaimana telah diketahui, Microsoft Office
adalah aplikasi office yang paling banyak digunakan. Dus, dalam dunia bisnis
misalnya, hampir semua dokumen yang saling dipertukarkan adalah dalam format
Word atau Excel. Tentu saja, seseorang yang menggunakan Linux sehari-hari
dan kemudian tiba-tiba menerima attachment pada e-mailnya yang berupa file
dalam format Microsoft Word tidak ingin merasa dikucilkan.
KOffice mengatasi masalah interoperabilitas dengan apa yang dinamakan
filter. Dengan menggunakan filter, maka aplikasi seperti KWord atau KSpread
dapat mengimpor dan mengekspor dokumen dalam format yang proprietary. Sebagian
besar program-program KOffice sendiri menggunakan XML sebagai format dokumennya.
Sampai saat ini, baru terdapat beberapa filter untuk KOffice, di antaranya
adalah RTF dan DOC untuk KWord serta CVS dan XLS untuk KSpread.
Filter sendiri dapat dianggap sebagai plug-in yang terpisah dari KOffice
sebagai aplikasi utama. Manakala terdapat filter baru, tiap user bisa langsung
mendownload dan menggunakannya tanpa harus mengupgrade keseluruhan instalasi
KOffice-nya.
Bila dibandingkan dengan StarOffice (atau sekarang OpenOffice), feature
yang dimiliki KOffice dan program-programnya masih belum menyamai StarOffice,
terutama interoperabilitas dengan format dokumen Microsoft Office. Keunggulan
KOffice adalah bahwa dengan ukuran relatif kecil (file RPM untuk KOffice
dari KDE 2.0 di Mandrake 7.2 hanya sekitar 5.8 MB), program-program KWord,
KSpread, dan KPresenter sudah memiliki derajat kegunaan dan konsistensi
yang cukup untuk kebanyakan user, plus dukungannya terhadap perkembangan
terakhir teknologi yang digunakan di KDE.
Jika dihadapkan dengan GNOME Office, maka secara keseluruhan KOffice
dapat dikatakan lebih unggul. Saat ini GNOME Office terdiri atas AbiWord,
GIMP, Gnumeric, Dia, dan beberapa program lainnya. Selain tidak ada konsistensi
yang baik antar program, status dari perkembangan GNOME Office sendiri
masih dipertanyakan semenjak Sun Microsystem mengumumkan dukungannya terhadap
GNOME dan merilis OpenOffice (dari StarOffice 6.x) yang akan ditargetkan
untuk terintegrasi dengan GNOME. Namun demikian, patut dicatat bahwa secara
indivual, program seperti GIMP jauh lebih stabil dan kaya dibandingkan
Krayon. Gnumeric, spreadsheet di GNOME, juga mempunyai beberapa feature
yang tidak dijumpai di KSpread.
Penutup
Dapat dilihat bahwa secara umum KOffice cukup menjanjikan. Untuk mengetik
sebuah surat, menghitung keuangan pribadi, ataupun memberikan presentasi,
program-program yang dikemas KOffice cukup fungsional dan telah memenuhi
harapan.
Namun demikian, karena terhitung masih belia, masih terdapat banyak
sisi KOffice yang perlu untuk disempurnakan dan dikembangkan lebih jauh.
Sebagai contoh, untuk kebutuhan interoperabilitas dengan Microsoft Office,
aneka macam filter, baik impor maupun ekspor, butuh perbaikan di sana-sini
sehingga pengguna KWord, misalnya, tidak perlu merasa terkucil manakala
harus saling bertukar dokumen-dokumen Microsoft Word. Demikian juga, dukungan
lebih jauh terhadap semua fasilitas Microsoft Excel akan membuat user yang
sehari-hari harus berurusan dengan spreadsheet dapat merasa nyaman bekerja
dengan KSpread.
Segi antarmuka pemakai (atau user interface) perlu juga dibenahi lebih
lanjut. Saat sekarang kotak dialog untuk menyisipkan atau menghapus sebuah
objek berlainan antara satu aplikasi dengan aplikasi lain. Membuat kotak
dialog semacam ini lebih konsisten akan meningkatkan usability dari KOffice.
Tidak kalah pentingnya adalah dokumentasi. Sebagaimana proyek software
yang free ala GNU, developer-developer KOffice sudah terbilang sangat sibuk
dan tidak memiliki cukup waktu untuk ikut membangun dokumentasi. Maka dokumentasi
untuk KOffice sangat minim. Untuk pemakai Linux (atau bahkan yang baru
menggunakan komputer), dokumentasi adalah hal yang wajib karena akan menjadi
bahan referensi yang utama.
Informasi lebih jauh mengenai KOffice bisa dilihat di situs webnya
(www.koffice.org). Masalah-masalah seputar penggunaan KOffice dapat dikirimkan
ke mailing listnya. Para developer KOffice, sebagaimana developer KDE umumnya,
terhitung sangat aktif dan sibuk namun tetap rajin menyisihkan waktu untuk
menjawab beragam pertanyaan.
Lebih jauh tentang KDE dan aplikasinya bisa dilihat di situs web KDE
(www.kde.org) atau daftar aplikasi KDE di www.kde.com.